pengertian e commerce
pexels.com

Pengertian E-commerce: Apa itu E-commerce dan Bagaimana Cara Kerjanya?

E-commerce atau electronic commerce adalah suatu model bisnis yang menggunakan jaringan internet sebagai media untuk melakukan transaksi jual-beli barang atau jasa secara online. Secara sederhana, e-commerce adalah cara untuk berbelanja dan menjual produk atau jasa secara online.

E-commerce memberikan kemudahan bagi konsumen untuk berbelanja kapanpun dan dimanapun tanpa harus datang ke toko fisik. Selain itu, e-commerce juga memberikan keuntungan bagi penjual untuk dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.

Jenis-jenis E-commerce

Terdapat beberapa jenis e-commerce yang berbeda, di antaranya:

1. Business-to-Business (B2B)

E-commerce jenis ini melibatkan transaksi antara dua bisnis yang melakukan jual-beli barang atau jasa. Contohnya adalah perusahaan yang membeli bahan baku dari pemasok melalui platform e-commerce.

Artikel Menarik:  Aset Digital NFT, Mengenal Tips Membeli dan Menjualnya

2. Business-to-Consumer (B2C)

Jenis e-commerce yang satu ini melibatkan transaksi antara bisnis dan konsumen. Contohnya adalah ketika seseorang membeli produk atau jasa dari toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, atau Shopee.

3. Consumer-to-Consumer (C2C)

E-commerce jenis ini melibatkan transaksi antara konsumen dengan konsumen lainnya. Contohnya adalah ketika seseorang menjual barang bekas atau preloved melalui platform e-commerce seperti OLX atau Carousell.

4. Consumer-to-Business (C2B)

Jenis e-commerce yang satu ini melibatkan transaksi antara konsumen dengan bisnis. Contohnya adalah ketika seorang influencer menjual endorsement atau jasa promosi kepada bisnis melalui platform e-commerce.

Cara Kerja E-commerce

Untuk dapat menjalankan bisnis e-commerce, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui:

1. Membuat website atau platform e-commerce

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat website atau platform e-commerce yang dapat digunakan oleh konsumen untuk berbelanja atau oleh penjual untuk menjual produk atau jasa.

2. Menentukan produk atau jasa yang akan dijual

Selanjutnya, penjual harus menentukan produk atau jasa yang akan dijual serta harga yang sesuai dengan pasar.

Artikel Menarik:  Daftar Aplikasi Saham Terbaik untuk Pemula yang Ingin Investasi

3. Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga

Untuk dapat mengirimkan barang kepada konsumen, penjual harus menjalin kerjasama dengan pihak ketiga seperti jasa pengiriman atau logistik.

4. Mempromosikan produk atau jasa

Agar produk atau jasa yang dijual dapat dikenal oleh konsumen, penjual harus mempromosikannya melalui berbagai cara seperti iklan di media sosial atau mesin pencari, memanfaatkan influencer, atau menggunakan teknik SEO.

5. Menerima pesanan dan pembayaran

Ketika konsumen memilih dan memesan produk atau jasa, penjual harus siap untuk menerima pesanan dan pembayaran melalui berbagai metode seperti transfer bank, e-wallet, atau kartu kredit.

6. Memproses dan mengirimkan pesanan

Setelah menerima pesanan dan pembayaran, penjual harus memproses dan mengirimkan pesanan sesuai dengan alamat yang telah diberikan oleh konsumen.

7. Memberikan layanan purna jual

Untuk menjaga kepuasan konsumen, penjual harus memberikan layanan purna jual seperti garansi atau pengembalian barang jika terjadi masalah.

Keuntungan dan Kerugian E-commerce

Terdapat beberapa keuntungan dan kerugian yang dapat diperoleh dari menjalankan bisnis e-commerce, di antaranya:

1. Keuntungan E-commerce

– Meningkatkan jangkauan pasar
E-commerce memungkinkan penjual untuk menjangkau pasar yang lebih luas karena tidak terbatas oleh waktu dan tempat. Konsumen dari seluruh dunia dapat membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Artikel Menarik:  Social Media Marketing untuk Meningkatkan Bisnis

– Mempercepat proses transaksi
Transaksi jual-beli dapat dilakukan secara cepat dan mudah melalui platform e-commerce, tanpa harus datang ke toko fisik.

– Memudahkan pengelolaan bisnis
E-commerce memungkinkan penjual untuk mengelola bisnis secara efektif dan efisien karena dapat dilakukan dari mana saja dengan menggunakan perangkat yang terhubung ke internet.

2. Kerugian E-commerce

– Membutuhkan investasi yang cukup besar
Untuk dapat menjalankan bisnis e-commerce, dibutuhkan investasi yang cukup besar seperti pembuatan website, pembayaran biaya hosting, pembayaran biaya iklan, dan lain sebagainya.

– Memerlukan keahlian khusus
Untuk dapat menjalankan bisnis e-commerce secara efektif, dibutuhkan keahlian khusus seperti pengelolaan website, teknik SEO, dan pemasaran digital.

– Memerlukan perhatian khusus terhadap keamanan
Dalam menjalankan bisnis e-commerce, keamanan sangat penting untuk menjaga data pribadi konsumen dan keamanan transaksi.

Kesimpulan

E-commerce adalah suatu model bisnis yang menggunakan jaringan internet sebagai media untuk melakukan transaksi jual-beli barang atau jasa secara online. Terdapat beberapa jenis e-commerce seperti B2B, B2C, C2C, dan C2B yang memiliki cara kerja yang berbeda-beda.

Untuk menjalankan bisnis e-commerce, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui seperti membuat website atau platform e-commerce, menentukan produk atau jasa yang akan dijual, menjalin kerjasama dengan pemasok atau produsen, memasarkan produk atau jasa melalui berbagai media, menerima pesanan dan pembayaran, memproses dan mengirimkan pesanan, serta memberikan layanan purna jual untuk menjaga kepuasan konsumen.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments